WHEN YOU NEVER REALLY SEE SOMETHING AS AN OPTION

Dalam hidup, seringkali rutinitas yang itu-itu saja membuat kita merasa bosan, hampa, merasa jenuh, merasa tidak ada hal lain yang menarik, atau terkadang ada beban atau pola kegiatan yang terus berulang tanpa henti di dalam kehidupan kita. Tak jarang hidup yang monoton ini membuat kita selalu melihat kearah orang lain yang kita anggap lebih sukses dalam menjalani kehidupan, lebih  pintar, lebih kaya, punya banyak privilege dan lain-lain.

Tentu saja hal-hal tersebut wajar untuk kita rasakan, tapi, pernahkah kita melihat hal-hal disekitar kita sebagai pilihan yang dapat kita pilih dan kita jalani? Mungkin pernyataan tersebut cukup membingungkan, jadi mari kita lihat beberapa contohnya.

Suatu hari, saya pernah berkunjung ke rumah seseorang yang saya tahu bahwa dirinya sempat mengalami masalah psikologis akhir-akhir ini. Saya mencoba mengobrol dengannya seperti biasa, dan sampailah saya memberikan suatu saran untuk dirinya “Coba sesekali matikan hp mu, dan lakukan sesuatu yang tidak berhubungan dengan hp”, lalu dia menjawab “Gimana kalo nggak pakai hp, nggak ada hiburan”. Saya hanya terdiam untuk sepersekian detik dan mencoba memberi jawaban lain dalam artian memberikan alternatif kegiatan yang dapat dia lakukan, lalu dia membalas “Oh, gitu ya” tetapi setelah itu, tidak ada balasan lagi hingga percakapan tersebut berakhir begitu saja.

Di lain hari, ketika saya berada di usia yang lebih muda. Saat itu saya sedang menjalani liburan sekolah selama beberapa semester. Kebanyakan aktivitas yang saya lakukan saat itu adalah bermain hp seperti kebanyakan remaja saat itu. Lalu saya mencoba bertanya kepada ibu saya “Bu, apakah ada kegiatan lain yang bisa saya lakukan selain bermain hp?”, lalu ibu saya menjawab “Bersih-bersih rumah”, lalu saya membalas lagi “Ya, kegiatan selain bersih-bersih lah, ga mau kalo bersih-bersih” ucap saya seraya berlalu.

Dari kedua contoh diatas, ada beberapa hal yang dapat ditarik kesimpulannya. Dalam kasus pertama, orang yang saya ajak ngobrol tidak pernah melihat ada opsi atau pilihan hiburan yang dapat dia lakukan selain bermain hp. Padahal kegiatan seperti membaca buku, mewarnai gambar, memasak, bermain sepeda, atau sekedar berjalan-jalan keluar rumah sembari menghirup udara segar bisa menjadi pilihan sehingga kehidupannya tidak terasa monoton dan sebagai salah satu cara agar tidak mudah berpikir negatif, stress, maupun overthinking.

Dalam kasus kedua, diri saya ketika remaja tidak melihat bahwa bersih-bersih rumah sebagai alternatif kegiatan selain bermain hp. Padahal kegiatan tersebut bisa dijadikan pilihan. Pilihan tersebut tidak saya pilih karena saya tidak berpikir tentang dampak positif yang saya dapat dari melakukan kegiatan tersebut, atau saya melihat bahwa kegiatan tersebut tidak menimbulkan kesenangan yang sama seperti saat saya bermain hp.

Tentu sudut pandang dan kesibukan yang berbeda bagi setiap orang. Yang ingin saya tekankan disini adalah bagaimana cara atau langkah yang dapat kita ambil ketika merasakan kejenuhan atau kehampaan karena hidup yang monoton. Cobalah bercerita dan mengobrol atau bertanya dengan orang-orang disekitar anda, lalu masukkan saran atau pemikiran mereka sebagai salah satu opsi. Terkadang karena kita hanya berkutat di kehidupan yang itu-itu saja, kita merasa bahwa suatu hal tidak memiliki solusi atau jalan keluar yang lain. Tapi kembali lagi, apakah anda pernah menyadari bahwa hidup yang monoton sebagai masalah dalam kehidupan atau tidak? Karena jika kita tidak menyadari hal tersebut sebagai masalah, maka kita tidak akan pernah mencoba untuk mencari solusi atau pilihan lain yang dapat kita jalani bukan? Hal ini juga berlaku untuk hal-hal dan “masalah” lain yang kita alami.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

THE ART OF HAVING MINDFUL LIFE

Boost up Your Mood with freshly Homebaked Bread!

Berhenti dari Toxic Relationship untuk Hidup yang Lebih Damai